Pages

Jumat, 23 November 2012

Tonti Senopati SMPN 2 Yogyakarta

Written by: Erliza Cikal at 09.57
Hai haiii. Udah lama ngga ngeblog nih.. alasannya cuma satu yaitu... ‘Pulsa modem habis’. Internet emang boros banget. Kalo dipaketin harus perbulan atau perminggu, kalo enggak udah ngalir gitu aja kaya air. Pulsa 10 rb cuma satu menit. Then, lupakan pembukaan yang absurd ini.
Eh, by the way anyway busway.. aku lagi pulang tonti nih. Hujan rada-rada deres mengakibatkan latihan berpindah ke dalem gedung sekolah yang mungil. Tapi -tentu saja- itu sama sekali nggak matahin semangat anak Tonti Senopati buat latihan gigih biar bisa mengarumkan nama SMPN2YK di LBB Provinsi besok. Bismillah...




Di sekolahanku ada salah satu ekstrakulikuler wajib namanya TONTI atau Pleton Inti. Oya, tonti di SMPN 2 Yogyakarta namanya Tonti Senopati (mungkin karna nama jalannya P.Senopati *eh tapi nggak tau juga ding). Pertama kali aku ikut tonti, aku kagum banget sama tonti kakak kelasku angkatan 012.. tontinya kereeeen banget dan selalu langganan dapet juara. Melihat solidaritas yang dibangun kakak kelas dan kegagahan mereka ketika pakai jas biru lautnya, tiba-tiba aku ingin jadi bagian dari mereka. Sayangnya pertama kali seleksi tonti aku nggak lolos. Padahal sahabat-sahabatku lolos.

Sedih, nyesek, kecewa semuanya campur aduk. Tapi perjuanganku nggak berhenti sampai disitu. Kebetulan salah seorang temen sekelasku yang udah terpilih ngundurin diri, dari situ diadain seleksi lagi, dan alhamdulillahnya aku lolos diseleksi tahap 2 :D

But then, selama 2 tahun latihan, pleton kami BELUM pernah satu kalipun juara, ditambah lagi, setelah PPI kota kelas 8 banyak konflik yang terjadi. Ada yang siswa yang keluar, banyak yang sering nggak berangkat latihan, yang paling parah pleton putra kelas 8 bubar. Pas itu rasanya.... ‘duh’. Aku yakin, pasti nggak sedikit yang kecewa akan keadaan ini.
Tonti Senopati, Gedung Agung. 2011
Masa-masa kekompakan kita balik lagi pas kelas 9. Setelah banyak konflik yang melanda bahkan sampai dicap oleh alumni karna tonti ezp semakin buruk, kami menjadikan sebagai cambuk untuk bangkit lagi. Setiap hari latihan dan latihan, meskipun ada satu dua yang masih belum serius, tapi itu bisa diatasi. Permulaan lomba yang kita ikuti adalah LBB Puspanegara. Awalnya hampir nggak boleh ikut, karna sedikit bermasalah dengan sekolah, tapi dengan semangat ngotot kami yang membara, akhirnya kami diperbolehkan ikut. Syukur alhamdulillah semua keringat kami dapat peringkat dua :’). Rasanya? Udah pasti seneng banget, gimana nggak, itu pertama kalinya kami meraih juara! Hikmah yang diambil: nggak boleh sombong dan berlatih agar jadi yang tebaik.

November 2012. PPI datang. Setelah mengikuti upacara pembukaan, kami berbekal semangat membara serta senyum semangat yang menjadi simbol, kami, pleton putri dengan nomor urut dua, memasuki medan. Sedikir kendala terjadi, tapi tak sebanding dengan kelancaran materi hari keseluruhan. Meskipun nggak 100% puas setidaknya itu upaya terakhir kami. Karena kami sudah di tingkat akhir smp.

Setelah menunggu sampai ba’da maghrib, akhirnya impian dan doa-doa kami terwujud. Lebih dari harapan malah, kami berhasil menjuarai LBB Kota dengan meraih juara Pertama. Iya, juara 1 dan pada sertifikat tambahan nem 0,30 terbubuhkan nama pleton kami. Akhirnya, kerja keras dan latihan kami selama ini membuahkan hasil terbaik, meskipun di LBB Provinsi yang bertanggal 25 November 2012 kami belum bisa membawa pulang juara, setidaknya kami telah berjuang untuk SMPN 2Yogyakarta tercinta ini.

Semoga semuanya menjadi pelajaran agar kita selalu menghargai proses. Roda akan terus berputar, kadang membuat kita diatas, tak jarang di bawah. Oleh karena itu semangat dan possitive thinking sangat dibutuhkan untuk memutar kembali roda itu. Terimakasih ya Allah. Terimakasih kalian. Aku banyak belajar dari sini. Termasuk mengenal apa itu solidaritas.

Jika ada waktu, ayo ngumpul lagi :)
Lisa.

0 comment:

Posting Komentar

Drop your coment here! :)

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea