Pages

Jumat, 26 April 2013

Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat

Written by: Erliza Cikal at 08.55

Menciptakan peran dengan Sudut Pandang Orang Ketiga Sebagai Pengamat itu merepotkan. Pengarang yang menciptakan para tokoh,  menguak imajinernya, dan melukiskan segala tindakannya; tanpa pernah ikut di dalam cerita. Terjebak dalam imajinernya mengakibatkan Tokoh Utama buta akan kehadirannya. Ia hanya bisa menyusun frase dengan kata ganti ‘Dia dan Gadisnya’. Menuliskan betapa indah hari-hari si tokoh bersama gadisnya. Sungguh bersembunyi dibalik buku itu menyedihkan. 


Ibaratnya buku itu adalah topeng, aku pengarangya, dan kamu tokoh utamanya. Tanpa kamu tahu, akulah orang paling menyedihkan itu yang selalu jadi Orang-Ketiga-Pengamat tanpa pernah kamu tahu.

0 comment:

Posting Komentar

Drop your coment here! :)

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea