Pages

Senin, 13 Mei 2013

Kisah Pilu Hujan dan Pelangi

Written by: Erliza Cikal at 20.01
Hei, kamu begitu indah! Pantulan sinar matahari yang berubah menjadi mega betul-betul membuatku berdecak kagum atas karunia Allah yang satu ini. Kalau boleh, izinkan aku meminjam setetes tintamu untuk melukiskan kisah hidupku yang betul-betul berwarna sepertimu.
Kata orang, engkau muncul setelah hujan reda. Tapi pelangi, mengapa kamu dan hujan tidak pernah berjalan beriringan? Kalian bagaikan anak kecil yang sedang bermain petak umpet. Ketika hujan tertawa dan memulai permainan, tiba-tiba engkau muncul dengan sejuta tawamu yang berwarna-warni, berniat mengagetkan hujan. Tapi kemudian engkau menyadari bahwa hujan telah bersembunyi dan digantikan oleh terang. Sketika engkau berhenti tertawa dan ikut menghilang; berniat menyusul hujan.

Apakah aku salah pelangi jika aku katakan engkau begitu mengarapkan hujan datang? Berharap kalian bisa bermain petak umpet bersama lagi sekalipun hujan takkan muncul kembali setelah kamu gantian jaga. Tahukah kamu pelangi? Memang teman mainmu selama ini adalah hujan, tapi disini ada terang yang selalu menghapirimu. Mencoba menyapa meski sering kamu acuhkan. Mencoba tersenyum ketika kamu menghilang. Yah, tapi mau bagaimana lagi kalian bertiga memang tidak akan pernah terawa bersama-sama.

0 comment:

Posting Komentar

Drop your coment here! :)

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea