Pages

Senin, 10 Februari 2014

Merubah Halauan

Written by: Erliza Cikal at 14.19

                Saat langkahku telah mencapai tahap akhir, saat itu pula aku memutuskan untuk berhenti melangkah lebih dekat. Bergeming saja cukup. Ini tidak membicarakan perlombaan yang harus mencapai garis finish. Ini menyangkut perasaan yang kembali buncah. Yang tak ingin terpelanting ketika aku mulai melangkah mendekat dan membuatnya pecah.
                Sudah sejak saat pertamakali kau melayangkan senyumanmu ketika sang raja siang masih muncul dengan malu-malu. Tanpa kau sadari, aku tahu pusat tata surya telah berpindah kedalam senyummu, memancarkan cahaya yang menembus pada celah tak kentara di dekat jantung. Entah sudah berapa dekade, senyumanmu tidak pernah berubah. Begitu pula gejolak hati yang mulai tak terkendali.
                Dari dulu, sosokmu selalu kukagumi. Membuat semburat senyum yang mengukir wajah ini ketika langkahku mendahuluimu.
                Kini, aku tahu sudah sekian ribu hari aku melangkahkan kakiku. Mengajar impianku yang tersangkut entah di planet mana. Aku pikir aku bisa mengukir sesuatu meskipun hanya jejak langkah perjuanganku. Tetapi kau kembali hadir, dengan gagahnya mengejar impianmu karena belakangan kutahu kau telah menemukan kompasmu. Aku kembali tergugu, silogisme kembali menamparku hingga kesudut sana. Aku tahu aku sudah tertinggal beberapa mil darimu.


                Dan untuk pertamakalinya, aku menghentikan langkahku setelah sekian ribu deka kulalui. Aku tersenyum, aku membuat keputusan yang lebih menantang. Yang akan membuatku pantas sebagai sahabatmu. Aku tidak akan berjalan lagi, aku akan berlari. Tidak. Aku bukan berlari kearahmu, kuabaikan sinar terang yang takut membuat hati ini kembali bergejolak. Aku berlari ke barat daya dan engkau ke timur laut. Membuat sudut yang tak akan bertemu. Tetapi aku telah memutuskan mengejar mimpiku yang tertinggal di kotak ujung sana. Imajimu, kujadikan kompas tuk berlari. Tuk mencari kotak impiku.
                Jika ada kesempatan, mungkin dipersimpangan, dan jika kotak itu kutemukan, kepada warnamu semua mimpiku kupersembahkan. Insyaallah.

0 comment:

Posting Komentar

Drop your coment here! :)

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea