Pages

Sabtu, 12 April 2014

A Neverhate Flower

Written by: Erliza Cikal at 07.13



           Kalau boleh jujur, aku tidak menyukai bunga yang sudah dipetik. Bukan membenci, hanya saja melihatnya layu secara perlahan itu menyedihkan. Bukankah bunga yang masih berada pada pohonnya jauh lebih indah dan segar? Meski tak dipungkiri pada fase tertentu akan jatuh dari tangkainya dan layu juga pada akhirnya.


          Satu-satunya bunga yang kukagumi hanyalah edelweiss. Tangguh menghadang segala musim dan terpaan angin kencang meski mahkota dan kelopaknya hanya nampak pada puncak-puncak tinggi Indonesia. Tidak mudah layu atau merapuh.

          Pada suatu ketika, aku bertemu dengan kamu. Sekuntum bunga di atas mejalah yang membuatku mulai tertarik dengan bunga; atau sebetulnya pada yang memberikannya? Entahlah, yang jelas aku jadi memiliki pandangan yang berbeda tentang benda kecil nan indah itu.

          Suatu hal membuatku bertanya-tanya bila menatap sosokmu melalui jendela ruangan ini. Kau memetik sekuntum bunga (aku sendiri tak tahu namanya) yang merambat pada teras besi, posturmu yang jangkung membuatmu tak perlu berjinjit untuk menggapainya, lalu membawanya kemanapun pergi. Hal yang tak lazim dilakukan seorang laki-laki.
          

          Hal lain yang membuatku menggeleng tak paham adalah ketika kau pungut salah satu kamboja yang bertebaran pada halaman sekolah, mengamatinya lewat manik bundarmu kemudian menghirup aromanya dalam-dalam, atau juga –yang sering membuatku terkikik geli- memasangnya pada daun telingamu. Terlihat menggelitik tapi tetap saja menarik.


          Tentu saja aku dapat langsung menerka siapa orang iseng yang menaruh bunga di atas meja. Tenang saja, aku mengerti kok kalau diam-diam ada fans rahasia yang hafal tas ranselku. Bunga-bunga darimu yang kusimpan hanya bertahan beberapa jam. Selanjutnya layu didalam vas. Tapi selalu ada gantinya setiap pelajaran kosong. Hahaha.

Menemukan bunga di atas meja itu sungguh lucu.
Apa lagi dari kamu, ingin kusimpan tapi terlanjur layu.
Tenang saja aku tak akan bosan menunggu.
Terimakasih J
Erliza Cikal A.

0 comment:

Posting Komentar

Drop your coment here! :)

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea