Pages

Selasa, 10 Juni 2014

Kalau Boleh

Written by: Erliza Cikal at 06.15


Semalam kamu muncul di mimpi.

Sekelebat. Yang kuingat aku mimpi kakek dan nenekku. Bagaimana perjuangan mereka melewati saat-saat sulit dalam hidup berdua. Saling mengisi satu sama lain sampai rambut beliau-beliau menguban. Minum teh di depan televisi sambil melontarkan guyonan-guyonan khas masa silam, saat mereka muda sampai berkepala tujuh; kemudian menetawakannya bersama. Menguatkan satu sama lain dengan tangan yang semakin keriput tapi tetap kokoh untuk merangkul kesulitan. Menanti saat salah seorang dari mereka dipanggil Allah. Inilah cinta sejati yang sesungguhnya.

Lalu di penghujung mimpi aku melihat kamu. Kamu yang tadi sore mengucapkan ‘hati-hati di jalan’. Kamu yang menaruh bunga (lagi) di sepedaku. Hey, inikah pertanda? Atau hanya sebuah bunga tidur semata? Kata orang, memimpikan seseorang mengindikasikan bahwa orang itu terlalu sering mampir dipikiran. Umm.......... dan itu benar.

Kalau boleh, aku harap firasat itu nyata. Kalau boleh, aku ingin mengamini setiap bacaan jahr yang kau baca pada waktu Subuh, Isya, dan Maghrib. Melakukan salam takhiyat akhir setelah kamu. Menyambutmu dengan senyum ketika kau pulang. Dan merangkulmu dengan kalimat menenangkan ketika pilu menerpamu. Mungkin terlalu jauh. Terlalu tinggi. Terlalu kabur. Tapi itu juga, kalau boleh. Kalau boleh sama Allah.

I see your face and it keeps me going
If I get lost your light’s going to guide me
And I know that you can take me home
You can take me home
Simple Plan –Take My Hand

Yogyakarta 10 Juni2014
Tadi malam, jam dua, aku mimpi kamu.

Erliza Cikal A.

0 comment:

Posting Komentar

Drop your coment here! :)

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea