Pages

Rabu, 13 Agustus 2014

Presepsi

Written by: Erliza Cikal at 02.22
Konbawa minna-san :)

Jam dua pagi kurang sedikit. Aku masih terjaga, menyempatkan diri untuk menulis barang sepintas. Tadi aku  sudah tidur, terus bangun lagi tepat jam 00.00, ini serius, tapi It feels nothing.

Kegiatan diluar jam sekolah akhir-akhir  ini menyita waktuku tanpa tanggung-tanggung. Tapi aku senang kok, bisa menyalurkan energiku untuk hal-hal yang postif, meski aku harus melepas seragamku jam tujuh atau delapan malam; tak masalah.

Cukup ya basa-basinya sebagai prolog saja.

Katanya, manusia diciptakan Tuhan beraneka ragam, kalau gitu, pasti ada kan diantara manusia-manusia itu yang perasaannya begitu halus, sangat sensitif karena terlalu peka, atau terlalu pemikir lebih tepatnya, ya kan? Apakah manusiawi menyalahkan sesuatu yang bahkan tidak bisa dipilih oleh manusia?

Katanya, kesempurnaan hanya milik Tuhan, kalau gitu wajar kan kalau manusia tidak sempurna? Tapi saking perfeksionisnya, yang punya banyak kekurangan sana-sini dianggap tidak wajar, padahal dari sana mereka belajar memperbaiki kualitas diri, tapi--siapa yang peduli? Asal terlihat bagus, tanpa melihat isinya, akan selalu dipuja-puja semua orang. Logika manusia memang terlalu dangkal.


Bersyukur. Hanya itu satu-satunya jalan untuk menikmati pahit manisya obrolan orang-orang sekitar. Aku tahu kok, selalu ada kejutan dibalik misteriusnya segala ciptaan Tuhan. Nggak usah pakai teori yang berbelit belit, percuma saja nggak akan mempan, karena Tuhan berada diatas segalanya.

Jadi, maaf kalau kamu selalu kesal dengan kekuranganku. Aku tahu seharusnya aku bisa memperbaiki diri. Tapi sambil belajar, bukankah akan lebih baik kalau kamu selalu disisiku, bersiap menopangku ketika aku terjatuh dan bukannya malah meninggalkanku sendiri, please?

0 comment:

Posting Komentar

Drop your coment here! :)

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea