Pages

Minggu, 14 September 2014

Never Happen, Please!

Written by: Erliza Cikal at 19.01


Aku tahu cinta tidak selamanya pahit, namun juga tidak selalu manis-manis saja.

Aku pernah merasakan indahnya dihantui perasaan berdebar kala berpapasan, pernah pula merasakan teririsnya hati ketika ditinggalkan. Awalnya, aku mencoba untuk menutup diri, menutup luka yang mati-matian kutahan.

Tapi cinta punya alurnya sendiri. Sekeras apapun kau bertahan menelungkupkan kedua tanganmu dibalik kepala, cinta pasti menemukanmu.

Pernah menyeduh kopi espresso? Pasti mengerti betapa pahitnya jenis kopi itu. Kita sama-sama belajar, bahwa menghabiskannya dalam satu tegukan justru akan menghilangkan esensinya. Orang bilang, kalau jatuh cinta jangan berikan perasaanmu seutuhnya, sisakan sedikit ruang untuk kamu sendiri, agar tidak terlalu hampa ketika ia pergi, agar ada kesempatan bagi orang lain untuk mengisi.

Tentu saja aku sudah coba, tapi kalau sama kamu, aku tidak bisa setengah-setengah. Aku selalu ingin yang terbaik untukmu, termasuk memberikan hatiku sepenuhnya.

Kalau aku boleh berharap, aku nggak mau kamu pergi. Aku nggak mau memperbarui hati. Kalaupun itu memang benar terjadi, aku berharap lagi, semoga yang terbaik untukmu selalu. Aku nggak mau ngotot bilang kita akan ‘selamanya’. Karena orang yang membuatmu tertawa bisa berpeluang besar menyebabkanmu menangis.

Aku selalu berharap, impian kita akan menjadi kenyataan. Berjuang itu pasti, berharap itu boleh, tapi bersiap juga untuk kemungkinan terburuknya.

Sungguh, aku nggak mau kamu pergi.

Eh, tapi kamu juga nggak berniat buat pergi, kan?

0 comment:

Posting Komentar

Drop your coment here! :)

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea