Pages

Minggu, 01 Februari 2015

Hingar Bingar

Written by: Erliza Cikal at 09.41

Ada saat-saat dimana hingar bingar dunia terasa hambar begitu saja. Seolah semua lalu lalang dalam gendang telinga teredam akibat tak ada sinyal bahagia yang meneruskannya ke hati.

Tetapi, ada juga saat dimana tembok sunyi itu runtuh tak berbentuk. Dimana ketika kau mulai menyenandungkan kisah-kisah yang ingin dibagi. Tertawa lepas pada masalah-masalah yang memang seharusnya ditertawakan. Melepas endorfin lalu mengirim sinyal ke otak, kemudian menyimpan chip bahagia dan meneruskannya ke jantung.

Atau boleh jadi kau menangis sepilu-pilunya dibahuku, kemudian aku tak akan banyak bicara. Menyeka duka lewat airmata yang mengering. Karena kita harus percaya, esok pasti akan menyuguhkan sebuah pelajaran. Maka, jangan kau anggap duniamu berakhir seketika.

Menjadi teman bicaraku, bukan berarti harus menyetujui seluruh opiniku. Bukan berarti kau harus takzim menyediakan telinga saja. Boleh juga kau sanggah aku dengan sarkasme, atau kau gampar aku dengan kritikan yang paling tajam. Asal didepanku, aku akan pahami.

Jabarkan aku bagaimana dunia dimatamu, bagaimana arti bahagia dalam benak, maka akan kulukis semua pelangi dalam imaji. Karena denganmu, selalu ada sinyal runtuhkan tembok sunyi. Karena tanpamu, ada sesuatu yang hilang dalam raga. Disini saja, jangan jauh-jauh.


Tak peduli seberapa lama waktu berotasi, aku tetap disini. Karena kau juga akan selalu datang, bukan?

0 comment:

Posting Komentar

Drop your coment here! :)

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea