Pages

Sabtu, 21 Maret 2015

Musim

Written by: Erliza Cikal at 21.18

Aku adalah musim. Saksi atas segala kisah yang terjadi di muka bumi. Semua orang mengingatku, melingkari kalender tiap ramalan perubahanku, merencanakan sesuatu. Aku seperti parameter yang terus digelayuti waktu.

Jangan tanya siapa yang habis tersedu dibawah pucuk daun randu, atau seseorang yang sedang haru biru dibawah rinai hujan. Aku pasti ingat kejadiannya, siapa pelakunya, pukul, hingga milidetiknya. Karena aku adalah musim, aku penyebab semua terjadi.

Tiap-tiap aku menyuguhkan gugur tiap tahunnya, aku melihat banyak manusia menangis, meski tak sedikit pula yang diliputi buncah hingga ke ubun-ubun. Atau pada waktu lain, kubantu matahari menjamu bumi dengan sinarnya, maka bunga-bunga itu mekar begitu anggunnya. Kemudian manusia itu bertemu, saling sapa lalu tukar cerita. Atau pada kisah lain, ucap pergi lalu berganti hati. Lantas, kisah seperti apa yang tidak kuketahui? Ingat? Aku adalah musim, saksi atas segala perkara.

Manusia selalu berlebihan, mengatakan bahwa masih ada banyak waktu, nanti saja, semuanya akan tetap dalam keadaan baik selama aku masih berkuasa, selamanya aku bertakhta meski waktu berlari maju. Tapi kebanyakan manusia tidak realistis, mereka terjebak oleh pengharapan yang terlalu ditinggi-tinggikan. Hingga pada akhirnya, melangitlah hati yang tadinya tercipta dari tanah, kemudian sok tahu atas segala hal yang sudah menjadi urusan langit.

Kalau sudah begitu, aku hanya terkekeh bersama sang waktu. Membiarkan manusia-manusia itu ditipu pengharapan berlebihan yang membutakan hatinya, lupa kalau masih ada Tuhan, Allah.


0 comment:

Posting Komentar

Drop your coment here! :)

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea