Pages

Senin, 16 Maret 2015

The Power of ‘Ngemping’ Sinolewah

Written by: Erliza Cikal at 12.42

Kalau bosan dengan rutinitas, ada baiknya meluangkan waktu dan let’s take a breath for a whileAsal, ambil napasnya di tempat yang jauh dari polusi, tentu saja. Di tempat terbuka yang kaya akan pohon dan tanaman penyuplai oksigen segar. Dijamin pikiran akan fresh karena aliran darah bersorak gembira!

              Menyangkut alam dan rutinitas... Let’s back to these day!


          Empat bulan yang lalu, tepatnya 16-18 Desember 2014, tiga hari kami menyatu dengan alam. Umm, nggak menyatu-menyatu banget sih karena aku dan teman-teman angkatan tidur di basecamp bukan tenda yang dikelilingi semak belukar. Hehe dan the main reason tiga hari itu adalah hari yang sangat berkesan adalah... CIS 2014.

          CIS or Camping Ilmiah Seveners is annual event in my high school. It’s not like camping commonly, but there was so many activities related to scientific. The event followed by two generation 1st and 2nd grade, lasted for three days.

          Tahun ini, giliran aku dan teman-teman angkatan 2016 yang jadi panitia dengan adik kealasku sebagai pesertanya. Banyak peristiwa lucu, unik, mengharukan, gila, kesel, sebel, mundhas, hebring terjadi sebelum, ketika, dan sesudah pelaksanaan. Mulai dari pembentukan pengurus harian, panitia umum, rapat besar I, survey nyasar di hari hujan yang membuat ketua umum (Dimas) mengigil kedinginan tapi tetep mimpin rapat (two thumbs!), rapat besar II, latihan senam dan pensi yang amatiran tapi seru abis, isu merapi kondisinya memburuk pas H min beberapa minggu membuat panik teman-teman, sampai akhirnya hari yang paling ditunggu-tunggu tiba!



          ‘Such of memoirs’, memang kedengarannya sangat mainstream menyebut-nyebut peristiwa ini begitu berkesan karena banyak peristiwa lain dalam hidup kita yang sama atau bahkan jauh lebih mengesankan. Tapi parameter itu pasti berbeda tiap individu. Bagi kalian yang tidak mengikuti euforianya pasti juga nggak paham bagaimana asyiknya hujan-hujanan lalu berbagi selimut sama teman disampingmu, satu dipan untuk lima orang, masak lima jam sebelum makan, mencangkul tanah untuk membuat saluran air, isu kebakaran yang menghebohkan, mencari narasumber dadakan, kunjungan ke rumah warga, melihat merapi dari dekat, de el el.

        Aku hanya bisa menceritakan sebagian, eh atau bahkan hanya secuil. Sisanya, selebihnya, kepingan besarnya, masih tersimpan rapi dalam ingatan. Ada banyak cerita, tentu saja. Dan beberapa momen sempat terpigura oleh lensa kamera.

          For the last, kalau mau belajar jangan melulu menghadap buku, membolak-balik halamannya dan mengurung diri dalam ruangan. Kalau mau belajar, cobalah keluar. Rasakan nikmatnya oksigen dari alam yang belum dirusak atau mengamati rutinitas kehidupan yang jauh dari pusat kota. Kalau mau belajar, buka mata dan telinga lebar-lebar. Jangan melulu nyaman di zona itu-itu saja. Sudah besar, harus bisa mengambil keputusan, melangkah, dan ambil tanggung jawab. Maka masa belajarmu akan seribu kali lebih menyenangkan! See? Meskipun ini sudah kedengaran maisnstream, tapi percayalah, nggak ada guru yang lebih hebat dari pengalamanmu sendiri.

           Dan meskipun panitia CIS 2014 sudah dibubarkan, tapi masih ada ikatan yang nggak akan diputuskan; kekeluargaan. Meski nggak terdiri dari ayah dan ibu atau hubungan darah seperti makna rasionalnya, kita pernah satu atap bareng, makan, minum, mandi, berbagi dan saling menguatkan layaknya sebuah keluarga. Terlaksana bukan berarti berakhir, masih ada amanah untuk menjaga alam tetap lestari, masih ada waktu untuk menaruh peduli pada sekitar, dan masih ada adik kelas (bagian dari keluarga) yang harus digandeng.


          Titip CIS tahun depan ya, adik-adikku! 


0 comment:

Posting Komentar

Drop your coment here! :)

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea