Pages

Rabu, 26 Juli 2017

Tidak Terduga

Written by: Erliza Cikal at 19.52 0 comment Link ke posting ini
Malam ini aku membuktikan jika ternyata, ada juga orang yang benar-benar memperhatikan untuk memahami. Tanpa banyak tanya. Tetapi tepat sasaran.

Dan selalu ada penghargaan tertinggi untuk jawaban mengesankan yang sedikit banyak berarti untukku.

Terima kasih karena telah membuatku menjadi lebih berani! Terima kasih atas support moril yang secara tidak langsung mempengaruhi mentalku! Doakan, semoga bisa jadi pemberani betulan.


Remang-remang

Written by: Erliza Cikal at 06.33 0 comment Link ke posting ini
Malam memang saat yang tepat untuk jalan-jalan kalau kataku. Hehe.

Udara malam itu segar. Lampu-lampu jalan maupun pertokoan membuat kerlap kerlip indah menyemarakkan malam.

Biasanya, kalau aku pulang menyentuh malam dan melewati jembatan. Aku suka merentangkan satu tanganku (sebenrnya pengen dua-duanya, tapi si Imron sepertinya blm siap) kemudian bernyanyi atau berteriak keras-keras.

Membiarkan relung paru-paruku diisi oleh sebanyak-banyaknya gas yang terdapat di atmosfer (maunya sih oksigen).

Dan semalam, aku pergi bersama nenek tercintaku ke sebuah pasar tradisional yang buka malam hari; pasar Giwangan Yogyakarta!


Kalau lazimnya pasar itu buka pada dini hari pas matahari lagi malu-malunya muncul. Pasar ini justru ramai ketika matahari sedang mengangkasa di belahan bumi yang jauuh dari sini. Hehe

Tapi sayangnya, pasarnya ramai oleh kendaraan bermotor. Para pengendara enggan berhenti dan memarkirkan kendaraan mereka di tempat yang seharusnya. Jadi perpindahan dari satu lapak ke lapak yang lain ditempuh dengan menggunakan motor.

Sungguh aku tidak akan pernah menyarankan nenekku belanja sendirian disini! Terlalu berbahaya.

Dan jalan-jalan malamku kurang menyenangkan akibat keprihatinan akan berubahnya situasi pasar tradisional yang kukunjungi.

Eh tap, pasar ini harus tetap buka! Jadi kalau digabungin, pasar-pasar tradisional ini buka 24 jam! So, ngapain ke pasar modern kalau disini bisa bercanda-canda dengan penjual, gratis udara segar lagi! Ayo ke pasar tradisional~

Selasa, 25 Juli 2017

Caraku untuk Bahagia

Written by: Erliza Cikal at 17.40 0 comment Link ke posting ini
Kadang-kadang, aku malas pulang ke rumah, pengin cepet pergi keluar (entah main ke rumah teman, ke perpustakaan daerah, atau cuma jalan-jalan nggak jelas) kalau tau di rumah bakal nggak ngapa-ngapain.

Tapi nggak jarang juga, aku suka kangen rumah, mendengar obrolan-obrolan ringan sampai berat milik kakek dan nenekku yang sedang berdebat, kadang malah ngomong sendiri. Hehe dan huhu.

Sebenarnya cuma satu dua hal yang enggan membuatku cepat-cepat pulang ke rumah. Yaitu obrolan yang biasanya disampaikan mama di telepon, menyangkut biaya makan, ini dan itu (yang biasanya kujawab dengan "iya mamaku cantiik" atau "oke" "hmm" "siap bos" dan ketidakniatan lainnya).

Aku paling kesal menyabarkan kakek nenekku bila kiriman mama datang terlambat. Aku repot sekali menjelaskan kesulitan-kesulitan yang sedang dihadapi mama kalau kirimannya tidak seperti biasanya.

Tidak. Aku tidak membenci mama ataupun kedua kakek-nenekku. Aku justru sangat kesal karena kesabaran yang kumiliki kadang-kadang tidak cukup untuk membuatku tetap tenang. Ya, meskipun pulang terlambat justru membuat kesabaran salah satu dari mereka sampai ambang batas, sih.

Bukan sekali dua kali aku memimpikan hidup seperti teman-temanku. Hidup sejahtera dengan kasih sayang melimpah dari kedua orang tua yang mereka miliki. Tentu saja, kedengarannya memang menyenangkan (dan faktanya memang begitu untuk sebagian keluarga, tidak semua, aku suka mengamati. Hehe).

Tapi ya mau bagaimana lagi. Semuanya tetap harus diterima dan disyukuri, bukan? Sudah 19 tahun belajar seharusnya mengerti, aku dibesarkan dengan perjuangan, dan saatnya untuk mulai berjuang lebih keras lagi! Berjuang untuk tidak mengeluh, bersikap dewasa, sebagaimana harapan-harapan yang sering diucapkan orang-orang disekitarku.


Kadang kala, kedua ibu dan ayah mamaku tidak banyak mengeluhkan hal-hal yang tidak kutahu jawabannya. Malahan, menghiburku dengan cerita-cerita petualangan mereka pada zaman dahulu (ketika Belanda, Jepang, dan teman-temannya datang ingin menguasai tanah air ini). Pernah juga menceritakan romantisme bagaimana nenek dan kakekku bertemu hingga akhirnya menikah. Atau sekedar mengajakku bicara menggunakan bahasa minang khas Sumatera Barat. Nenekku yang paling suka bercerita!

Pernah suatu hari, kiriman mama datang sangaaaaat terlambat sampai hampir menyentuh batas pembayaran kuliah. Akunya mencoba bersikap tenang dan santai saja. Sudah yakin, kalau memang jalannya, Allah pasti menunjukkan cahaya.

Tidak bisa setenang aku, malam itu nenekku masuk ke kamarku sambil bercerita panjang lebar tentang bagaimana seluruh anak dan cucunya harus bisa bersekolah tinggi-tinggi. Bagaimana beliau bercerita bahwa dahulu mengikhlaskan harta bendanya dimiliki orang lain agar anak-anaknya bisa berpendidikan tinggi dan tidak dihina orang lain. Dan menyesal, seandainya masih ada sedikit saja untuk menyekolahkanku sampai lulus. Kemudian beliau menangis. Aku memeluknya. Pilu. Tidak bisa berkata apa-apa. Ya Allah, rasanya aku ingin melakukan apa saja untuk membuat nenekku tersenyum kembali.

Singkat cerita, ditahun kedua, akhirnya aku diterima di perguruan tinggi yang nenek dan kakekku inginkan untukku melanjutkan studi disana. Alhamdulillah tidak dipungut biaya sepeserpun! Di jurusan yang tentu saja aku suka, karena banyak petualangannya. Sekarang, giliran aku yang menangis. Sepertinya Allah mengabulkan doaku terlalu cepat.

Jadi, sekarang harus lebih intensif lagi doanya. Jangan pulang malam-malam. Karena bagaimana pun, rasa enggan untuk pulang itu menjadi rasa rindu untuk bertemu nenek dan kakekku setelahnya. Tidak ada yang bisa menahanku. Hehe

Maafkan jika kadangkala keputusan yang aku ambil tidak sesuai standar yang kalian gunakan. Karena untukku, standar terbaik adalah ridhanya orang tua. Apapun yang membuat mereka bahagia, insyaAllah itu yang kupilih. Hehe terserah kalau kamu punya pendapat yang berbeda denganku. Bersyukurlah, maka kau akan bahagia! 😊
Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea