Skip to main content

Posts

Featured

Menjadi Kakak

Saya memang tidak pernah menjadi kakak dalam artian sebenarnya. Ibu saya hanya punya saya untuk dibesarkan. Tanpa kerabat lain yang dititipkan pada beliau.
Belakangan, teman-teman di sekitar menganggap saya sebagai kakak tertua mereka. Seseorang yang diikuti karena keteladan dan pengalaman hidup yang barangkali lebih banyak ketimbang si 'adik'.
Rekan saya membuat life plan hidupnya persis setelah saya menyelesaikan milik saya. Sengaja berbuat begitu. Ingin lihat sebagai gambaran, katanya. Padahal, saya yakin, ia punya banyak sekali mimpi untuk divisualisasikan menurut versinya. Tidak perlu menunggu punya saya jadi untuk menciptakan standar tertentu.
Tadi sore, bahkan nenek saya, menanyai saya perihal kartu keluarga yang musti diperbaharui karena ada beberapa informasi yang tidak lagi akurat. Saya setuju dengan memberikan beberapa pertimbangan. Beliau kemudian mengabarkannya kepada kakek saya. Seakan keputusan sayalah yang menentukan apakah sebaiknya diganti atau tidak.
Begitu…

Latest Posts

Morgen Post