Skip to main content

Posts

Featured

S.i.n.g.g.a.h

How did we get here?
When I used to know you so well?


Pukul sembilan malam. Malam belum terlalu larut. Jendela kamar sengaja dibuka lebar-lebar. Membiarkan angin malam singgah bertamu di sudut-sudut ruang tidur. Entah berkelana darimana saja, setahuku angin adalah pengembara yang tangguh. Ia lintasi segala tempat. Mewati segala kota dan gang-gang sempit.
Angin sudah sampai sejauh ini, tetapi menolak disuguhkan teh atau cemilan. Katanya, ia sudah cukup makan asam garam laut selatan, tidak berselera menyicip terlalu banyak kemurahan hati.
Angin berlalu-lalang dalam ruang 3x3 meter ini. Seolah mencari barangnya yang hilang. 
Aku iseng bertanya padanya -dengan alis terangkat dan raut wajah yang mendadak curiga,  "Untuk apa singgah?"
Tapi ia hanya berlalu begitu saja. Membawa barang yang dicarinya, lantas pergi. Belakangan aku baru tahu, ia mengambil cinta, lalu meninggalkan kehilangan. Dan sejak saat itu, tak ada ruang singgah lai untuknya.

Latest Posts

rehat.

Berbicara Soal Nanti