Pages

Rabu, 30 Agustus 2017

Ayo Bangun, De!

Written by: Erliza Cikal at 21.31 0 comment Link ke posting ini


Hai De, coba kamu bangun dulu!
Terus cari aku diantara bangku itu
Kalau kamu lihat gadis pakai pakaian hijau
Bisa jadi itu bukan aku
Tapi aku memang pakai hijau-hijau

Hoi De, aku bilang bangun!
Lalu cari aku diantara yang lain
Kalau kamu masih tidak mau nyariin
Biar aku saja yang bangunin
Lalu kita kenalan

Hm De, rupanya kamu tidak bangun juga!
Yasudah semoga tidurnya nyenyak
Kalau ketemu aku di mimpi
Jangan lupa ucap Hai
Biar nanti aku bisa bilang Hai juga
Tapi jika dimimpipun tidak berjumpa

Yasudahlah!

Bukan di ruangan ini kamu tahu namaku

Tapi De, aku jadi ragu
Kamu itu tidur? Atau aku salah lihat?

Rabu, 26 Juli 2017

Tidak Terduga

Written by: Erliza Cikal at 19.52 0 comment Link ke posting ini
Malam ini aku membuktikan jika ternyata, ada juga orang yang benar-benar memperhatikan untuk memahami. Tanpa banyak tanya. Tetapi tepat sasaran.

Dan selalu ada penghargaan tertinggi untuk jawaban mengesankan yang sedikit banyak berarti untukku.

Terima kasih karena telah membuatku menjadi lebih berani! Terima kasih atas support moril yang secara tidak langsung mempengaruhi mentalku! Doakan, semoga bisa jadi pemberani betulan.


Remang-remang

Written by: Erliza Cikal at 06.33 0 comment Link ke posting ini
Malam memang saat yang tepat untuk jalan-jalan kalau kataku. Hehe.

Udara malam itu segar. Lampu-lampu jalan maupun pertokoan membuat kerlap kerlip indah menyemarakkan malam.

Biasanya, kalau aku pulang menyentuh malam dan melewati jembatan. Aku suka merentangkan satu tanganku (sebenrnya pengen dua-duanya, tapi si Imron sepertinya blm siap) kemudian bernyanyi atau berteriak keras-keras.

Membiarkan relung paru-paruku diisi oleh sebanyak-banyaknya gas yang terdapat di atmosfer (maunya sih oksigen).

Dan semalam, aku pergi bersama nenek tercintaku ke sebuah pasar tradisional yang buka malam hari; pasar Giwangan Yogyakarta!


Kalau lazimnya pasar itu buka pada dini hari pas matahari lagi malu-malunya muncul. Pasar ini justru ramai ketika matahari sedang mengangkasa di belahan bumi yang jauuh dari sini. Hehe

Tapi sayangnya, pasarnya ramai oleh kendaraan bermotor. Para pengendara enggan berhenti dan memarkirkan kendaraan mereka di tempat yang seharusnya. Jadi perpindahan dari satu lapak ke lapak yang lain ditempuh dengan menggunakan motor.

Sungguh aku tidak akan pernah menyarankan nenekku belanja sendirian disini! Terlalu berbahaya.

Dan jalan-jalan malamku kurang menyenangkan akibat keprihatinan akan berubahnya situasi pasar tradisional yang kukunjungi.

Eh tap, pasar ini harus tetap buka! Jadi kalau digabungin, pasar-pasar tradisional ini buka 24 jam! So, ngapain ke pasar modern kalau disini bisa bercanda-canda dengan penjual, gratis udara segar lagi! Ayo ke pasar tradisional~
Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea