Pages

Minggu, 26 Maret 2017

Sepagian Ini

Written by: Erliza Cikal at 06.25 0 comment Link ke posting ini

Sepagian ini, petir dan kilat sudah melampiaskan marah
pada bumi dimana penduduknya sudah alpa soal rasa bersalah.

Sepagian ini, aku dibangunkan dengan setumpuk tugas memanggil
pada pikiran dan tubuh untuk segera menuntaskannya.

Sepagian ini, rerumputan bahkan pohon dan jasad renik sudah mandi
bercucuran air tapi tetap tegak tak layu-layu padahal hujan sudah lama turun.

Sepagian ini, aku teringat hariku akan sangat panjang, tanpa jeda
pada tiap perputaran waktunya, aku ingin bergelung dibalik selimut saja hari ini.

Sepagian ini, kutilang di atas rumah berteduh dari cuaca tidak menyenangkan
yang menggagalkan usahanya mencarikan makan buat anak-anaknya.

Sepagian ini, aku merasa aku dihampiri, untuk segera bangkit dan tidak menyerah
pada rasa bersalah karena menunda, atau pada rasa santai ingin menunda.

Sepagian ini, aku tersadar, petir menyambar menyadarkan
pada hati yang terus berharap agar tidak mati maupun membeku.

Malu aku, pada pohon, jasad renik, bahkan kutilang yang merasaiku dari
balik jendela tempat dimana mereka menyaksikan orang bodoh ini sehari-hari.

Sabtu, 25 Maret 2017

Menunggumu Pulang

Written by: Erliza Cikal at 22.46 0 comment Link ke posting ini
Ketika malam menghampiri tanpa
Selimut dan cahaya yang cukup aku
benar-benar menggigil dalam gulita.
Pagi terasa berat dan sulit dijangkau bagi
pelupuk yang enggan terpejam.

Tiba-tiba alam mendedangkan syair
beraturan yang menggusur
sunyi sekarang malamku tidak sepi,
air langit turun secara
vertikal menyapa bumi yang kesepian.

Dan aku yang tak kunjung disapa
walau meski lewat sederet kumpulan
alfabet pakai aplikasi ponsel pintarmu.

Kamu datang kemudian pergi lagi tanpa
sempat membuat jeda melalui lambaian atau sapa
aku berdiri menatap jendela, berdoa

semoga dikau sehat selalu, jaga diri baik-baik di kota orang,
semoga sahabatmu tidak seperti aku,
yang meski rindu, enggan menanyai kabar duluan,
karena anggapku, kau akan selalu baik baik saja, betapa bahagianya,
hidup diantara orang-orang yang mencintaimu,

dari aku yang rindu sekali, dan
sekaligus iri, ayahmu baru saja bertandang ke rumahku
tanpamu.

Regaeds,
Sahabatmu selama 1 windu (min dua belas bulan) belakangan.

Minggu, 27 November 2016

Kegelisahan

Written by: Erliza Cikal at 09.48 0 comment Link ke posting ini
Photo by : Cikal's

Kalau dipikir-pikir rasanya tidak akan ada habisnya berkeinginan.
Berkeinginan dan bermimpi adalah dua hal yang berbeda.

Tapi keduanya memiliki persamaan pada satu definisi; sesuatu yang belum dicicipi asam-garamnya, bahkan abstraksinya sekalipun.

Selalu ingin banyak mencoba, tak peduli seberapa sakitnya terjatuh kemudian mencoba bangkit dengan segala luka tertahan.

Kata Ibu, aku kufur, kurang berterima kasih atas banyak hal yang telah didapat, selalu berangan-angan lagi dan lagi, tak mau melihat apa yang sudah ada.

Kata Lembayung, aku muda, persetan tentang peluang kemustahilan yang selalu menghantui, kesalahan hari ini adalah satu langkah menuju berhasil, katanya.

Tapi kataku, keduanya benar.

Saat ini, daku ingin mencoba lebih berterima kasih kepada Sang Pemberi Kehidupan, atas izinnya-lah, aku muda dan memiliki banyak impian. Asalkan, impian itu selalu melibatkan-Nya, tak masalah bukan?


Footnote : Apa hubungan foto dan captionnya? Hm

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Cikalala~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea